Mengenal Jurnalisme Visual Lewat Seminar di GPFest 2017 PNJ

(Foto: Hana/DepokPos)


DEPOK – Berlokasi di Kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Gedung Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan, acara festival kreatif terbesar di PNJ, GPFest Cakrawala 2017 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Teknik Grafika dan Penerbitan berlangsung mulai tanggal 27-29 September 2017.

Hari pertama acara diawali dengan seminar bertemakan “Mengenal Jurnalisme Visual”. Seminar tersebut disampaikan oleh Agung Wibowo dari Kompas dan dimoderatori oleh Djony Herfan sebagai salah satu dosen PNJ.

Dalam paparannya, Agung mengatakan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk visual. Sebelum ditemukannya tulisan orang berkomunikasi dengan simbol, image, dan segala macam.

“Tidak itu juga mereka berusaha untuk menemukan satu cara berkomunikasi karena bahasa dimana-mana terjadi tetapi banyak perbedaan dan salah satunya cara dengan menggunakan simbol,” ujar Agung.

Definisi junalisme visual secara harfiah yaitu sebuah praktek strategis yang menggabungkan kata-kata dan gambar untuk menyampaikan informasi. Jurnalisme visual juga dapat membantu audiens untuk lebih memahami sebuah informasi yang disampaikan.

Dalam perkembangannya, dunia jurnalistik sudah tidak hanya bisa dipahami dengan bentuk deskripsi tulisan namun dengan bentuk yang lain yakni visual atau gambar.

Tak hanya itu saja, jurnalisme visual di era digital merupakan sebuah penyajian yang tidak lagi hanya sekadar memberikan informasi pada khalayak ramai tetapi menjadi sesuatu yang bisa menarik perhatian pembaca serta membawa mereka larut dalam ketertarikan dengan pengalaman menikmati sebuah artikel yang dibaluti multimedia yang interaktif.

Kecenderungan yang terjadi di era digital ini adalah ketergantungan orang akan layar yang sangat tinggi sehingga secara perlahan menggeser peran media cetak. Sudah menjadi tren di zaman sekarang bahwa jumlah tulisan pada sebuah artikel semakin sedikit dan gambar semakin besar atau banyak.

Kompas.com juga memiliki visual interaktif VIK yang merupakan produk yang lahir dari upaya jurnalistik Kompas.com bersama dengan harian Kompas dan Kompas TV (multi-channel) dalam mencari kedalaman, arti, dan perspektif atas suatu peristiwa, disajikan secara naratif yang diperkaya grafis, foto, video, maupun audio (multi-media) untuk memberi warna baru di dunia jurnalistik.

“Seorang visualizer atau apapun yang berhubungan dengan semua desain itu adalah masa depan artinya masa depan ditangan kita semua. Pesan dari sesepuh Steve Jobs bilang desain bukan hanya sekadar bagaimana rasanya atau terlihat indah seperti rupanya tetapi desain itu bagaimana dia bisa berfungsi dengan baik,” pungkasnya. (Hana Nurul Jannah)

Sudah dimuat di media online http://www.depokpos.com/arsip/2017/09/mengenal-jurnalisme-visual-lewat-seminar-di-gpfest-2017-pnj/

Menjadi Pribadi Yang Bermanfaat

Istimewa


Hidup di dunia ini hanya sementara, segala apapun yang dilakukan semasa hidup kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapan Allah. Mungkin dari kita banyak yang mengatakan, “Kemarin sudah lebaran, kok sekarang lebaran lagi”. Itu telah menandakan, bahwa hari-hari yang kita lewati ternyata sangat cepat. Dengan cepatnya waktu ini, masihkah kita santai-santai? Masihkah kita ingin melakukan hal yang sia-sia? Tentunya tidak.

Karena itulah agama menganjurkan untuk hidup sebaik-baiknya atau setidaknya apa yang kita lakukan semasa hidup tidak menyebabkan mendapatkan siksaan di akhirat atau menjadi penyebab kita masuk neraka.

Lalu apa yang kita harus lakukan? Kita sebagai manusia sejatinya harus berguna. Berguna bagi siapa? Bagi diri sendiri, keluarga, teman, dan lingkungan. Manusia yang berguna akan dicari. Bahkan ketika meninggal, semua orang akan menangisi. Akan berbeda ketika kita menjadi manusia yang tidak berguna. Membuat resah keluarga, teman, dan lingkungan. Kemudian yang terakhir kita akan dikucilkan.

Untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dimulai dengan niat dan persepsi. Kita ikhlas karena mengharap akan ridho Allah SWT. Membantu karena kita ingin membantu, tidak ada paksaan dalam diri. Semata-mata hanya ingin membantu.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Bisa dengan cara saling tolong menolong, saling mengingatkan dalam kebaikan, berbagi ilmu dan masih banyak cara lainnya hingga dengan cukup bermurah senyum pada orang lain.

Buatlah hidup ini bermanfaat bagi orang lain, karena jika bermanfaat bagi orang lain sudah tentu akan mendatangkan manfaat tersendiri untuk di kehidupannya, bukan hanya diakhirat kelak namun juga di dunia.

Setidaknya jangan sampai hidupmu menjadi sumber kedzoliman bagi orang lain. Agar tak menjadi dosa bagimu dan menjadi penghambat bagi hidup orang lain.

Manfaatkanlah hidupmu sebaik-baik mungkin, buatlah hidupmu bermanfaat untuk dirimu sendiri maupun di dunia dan akhirat. Kalaupun kau tak bisa membuat hidupmu bermanfaat bagi dirimu dan orang lain.(Hana Nurul Jannah)

Mahasiswa PNJ Gelar Edutime 2017

(Dok. Pribadi)
DEPOK – Bertempat di Aula Gedung Direktorat PNJ lantai 3, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) mengadakan Seminar dan Talkshow Entrepreneur bertajuk Edutime 2017, 7-8 September 2017.

Edutime merupakan suatu kegiatan positif yang berorientasi pada pendidikan serta bisnis yang tentunya sangat bermanfaat bagi para mahasiswa sebagai generasi muda, khususnya dalam potensi di bidang keilmuan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Mars Project PNJ.

Project Officer, Anugrah Septian menjelaskan bahwa agenda edutime ini telah dipersiapkan sejak tiga bulan lalu.

”Pesiapan acara ini kira-kira di akhir bulan Juni 2017. Pertama dengan musyawarah penentuan siapa object officernya, kemudian ada libur lebaran dan persiapannya diberhentikan dahulu tetapi belum terbentuk koordinator setiap divisi, koordinator divisi terbentuk menjelang liburan berakhir. Untuk pengajuan proposal dilaksanakan pada minggu pertama bulan Juli dan alhamdulillah proposalnya di acc pada minggu itu juga. Minggu depannya dilaksanakan pleno pertama, dan rencana saya ingin ada empat pleno selama mempersiapkan acara tersebut. Jadi kira-kira persiapan acara edutime ini berlangsung selama 3 bulan,” ujar Anugrah.

Lebih lanjut, Anugrah mengatakan bahwa target peserta untuk acara ini adalah mahasiswa baru PNJ karena kita ingin mengenalkan PKM, Mapres dan berbisnis agar mereka dapat termotivasi untuk mengikuti semua kegiatan tersebut.

“Namun tidak menutup kemungkinan juga untuk mahasiswa yang lain ingin mendaftar silakan. Peserta dalam acara tersebut juga kita saring menjadi anggota mars project agar dapat menerus regenerasi selanjutnya,” jelasnya.

Dalam acara tersebut peserta dapat menerima tiket secara online atau pun bertemu dengan panitia seharga Rp15.000 serta OTS seharga Rp20.000. Peserta juga akan mendapatkan sertifikat, snack dan doorprize yang sudah disediakan oleh panitia.

Pembukaan yang diawali oleh pembawa acara, menerangkan jadwal acara yang akan berlangsung pada edutime 2017 ini, khususnya yang berlangsung pada hari pertama. Tak lupa dalam acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya lalu diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan oleh panitia dan beberapa lembaga PNJ, dilanjutkan dengan seminar.

Dalam seminar tersebut dihadiri oleh dua pembicara, yaitu Nanang Wahyudi sebagai CEO Dampu Desain dan Andika Deni Prasetya sebagai CEO DAUR. Nanang menjelaskan mengenai bagaimana sebagai mahasiswa ingin membangun sebuah bisnis serta tips-tips untuk membangun bisnis dari awal. Beliau juga menjelaskan pengalamannya selama berbisnis.

Sementara Andika menjelaskan bagaimana dunia ini berkembang secara cepat dengan adanya teknologi serta banyak sekali orang-orang membangun bisnis tetapi masih sedikit orang yang membangun bisnis yang berbasis dengan sosial preneur. Akhirnya beliau membangun bisnis yang diberi nama DAUR dengan sistem menyalurkan makanan dari beberapa perusahaan swasta yang layak makan kepada orang yang membutuhkan.

Keesokkan harinya acara tersebut diisi dengan talkshow dan di ruangan aula diramaikan juga dengan adanya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) PNJ. Talkshow tersebut dihadiri dengan kedatangan dua Mahasiswa Berprestasi (Mapres), yaitu Imas Chandra Pratiwi sebagai Mapres 1 PNJ 2017 dan Abdurrahman Ayyasy sebagai Mapres 2 PNJ 2017.

Keduanya menjelaskan pengalamannya bisa menjadi Mapres, dan mereka juga berbagi tips untuk menjadi Mapres. Untuk menjadi Mapres juga diharuskan dengan niat dari dalam diri sendiri dan bersungguh-sungguh agar apa yang diinginkan salah satunya menjadi Mapres PNJ dapat tercapai. (Hana Nurul Jannah)

Sudah dimuat di media online http://www.depokpos.com/arsip/2017/09/mahasiswa-pnj-gelar-edutime-2017/

Sering Mengantuk di Sore Hari? Ini Penyebabnya

Ilustrasi. (Istimewa)


Sebagian besar orang merasakan ngantuk di sore hari padahal mereka menganggap jam tidur mereka telah cukup. Terutama bagi para pekerja dan mahasiswa yang menjalani kegiatan hampir selama seharian penuh.

Setelah makan siang (antara jam 2-4 sore) dianggap sebagai waktu yang paling rawan bagi seseorang merasakan ngantuk yang luar biasa serta perubahan mood yang umumnya sering terjadi. Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi?

Dilansir Boldsky, beberapa peneliti menemukan penyebab terjadinya fenomena ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak seseorang akan merasa kelelahan setelah padatnya kegiatan yang dllakukan sejak pagi hari.

Sore hari merupakan waktu puncak di mana seseorang akan merasa kelelahan akibat otak telah diforsir untuk berpikir selama berjam-jam lamanya. Hal ini juga bisa mengakibatkan perubahan mood yang kerap terjadi akibat rasa lelah yang dirasakan.

Penyebab lain seperti kurangnya asupan makanan, waktu tidur yang kurang, dan kurangnya waktu refreshing juga menjadi faktor kenapa rasa kantuk akan sangat terasa saat sore hari.

Kurangnya waktu tidur jelas akan membuat seseorang merasa ngantuk karena idealnya waktu tidur yang dibutuhkan seseorang adalah 7 sampai 8 jam per hari. Waktu tidur yang tidak cukup membuat seseorang akan merasa cepat lelah dan mengantuk lebih sering.

Sedangkan kurangnya asupan makanan juga menjadi penyebabnya, terutama bagi mereka yang tidak menyantap sarapan. Melewati sarapan akan mengganggu hormonal seseorang sehingga bisa membuat seseorang merasa cepat lesu.

Otak yang dipaksa bekerja selama setengah hari penuh tak bisa terus dipaksakan untuk berfungsi dengan maksimal. Bagaimanapun otak perlu diistirahatkan sejenak untuk membuat otak ‘dingin’ kembali. Kegiatan yang menyenangkan bisa membuat otak lebih rileks dan membuatnya segar kembali sehingga rasa kantuk pun akan hilang. (Hana Nurul Jannah)

Sudah dimuat di media online http://www.depokpos.com/arsip/2017/09/sering-mengantuk-di-sore-hari-ini-penyebabnya/

Tulang Rusuk Seorang Perempuan

Istimewa

Betapa berharganya seorang perempuan.

Ia diciptakan dari dari tulang rusuk pria.

Yang seharusnya dapat menjaga harkat dan martabat dirinya sebagai seorang perempuan.

Perempuan merupakan makhluk lemah lembut dan penuh kasih sayang karena perasaannya yang halus. Secara umum sifat perempuan yaitu keindahan, kelembutan serta rendah hati dan memelihara. Perbedaannya menyebabkan pula pada tingkah lakunya, dan timbul juga perbedaan dalam hal kemampuan, selektif terhadap kegiatan kegiatan intensional yang bertujuan dan terarah sesuai kodrat perempuan.

Perempuan memiliki banyak keistimewaan dan lebih unggul dibandingkan laki-laki karena perempuan adalah tiangnya negara sehingga jika perempuan itu rusak, maka rusaklah negara tersebut, namun jika wanitanya baik maka baik pulalah negaranya.

Hadis Rasullulah mengatakan, “Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!”

Bentuk tulang rusuk yang bengkok itu, ia berfungsi sebagai kerangka yang menyusun kekuatan tubuh. Jadi, perempuan itu juga bagian yang dapat membangun dan menegakkan kehidupan. Dengan tulang rusuk yang bengkok maka banyak organ-organ yang lunak terlindung. Sama halnya dengan perempuan,ia dapat menjaga kehidupan keluarganya, anak-anaknya yang masih lemah.

Bengkoknya bukanlah bentuk kelemahan perempuan, karenanya Rasulullah mengatakan untuk menasihati perempuan secara baik-baik. Hal ini untuk menjaga agar jiwa perempuan tidak patah,sehingga dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai ibu, istri, maupun sebagai insan perempuan itu sendiri.

Jadilah dirimu sebagai perepuan yang berakhlak karimah karena pastinya akhlak tersebut merupakan pendidikan dari seorang ibu yang sudah ditanamakan sejak kecil. Sikap dan perilaku yang dibentuk akan senantiasa mendarah daging dalam jiwa seorang perempuan. Namun bukan itu saja ketika bertambahnya usia serta pertumbuhan anak, juga harus diiringi dengan pendidikan yang baik, tidak membuat anak jenuh dan di berikan dengan penuh rasa kasih sayang. (Hana Nurul Jannah)

Ecology Park Danau Dora

Danau Dora (Istimewa)


Lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat Pemerintahan Daerah Bogor (Pemda), membuat tempat ini mudah sekali untuk didatangi. Hanya berjarak kurang lebih sekitar 500 meter dari pintu gerbang Pemda atau Cibinong City Mall, ke arah Bogor. Tepatnya ada di kawasan Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) atau sering disebut Bakosurtanal.

Berada di Jalan Raya Bogor Km. 46, jika dari arah Bogor adanya di sebelah kiri. Danau ini merupakan taman konservasi alam yang menjadi bagian perluasan Kebun Raya Bogor dan menjadi tujuan tempat wisata murah di Bogor. Sering dijadikan tempat olah raga dipagi atau sore hari. Ekologi Park atau yang lebih dikenal dengan nama Danau Dora Bogor ini sudah dibangun sejak tahun 2002.

Disebut Danau Dora Bogor, dulu saat pembangunan awal di taman atau kebun ini banyak sekali anak-anak kecil yang sedang bermain sambil membawa Boneka Dora, yakni kartun serial animasi di televisi yang judulnya Dora the Explorer, yang pada saat itu sedang booming.

Dora sendiri diceritakan adalah seorang gadis kecil yang sering menjelajah dan membantu mencari tahu sesuatu yang mereka butuhkan bersama hewan bernama Booths dengan menggunakan Peta. Dari situ tercetuslah Ecologi Park ini dengan sebutan Danau Dora.

Ecology Park ini adalah perluasan Kebun Raya Bogor dengan tujuan untuk membangun kawasan konservasi tanaman. Kawasan Ecology Park di Cibinong ini memang dipersiapkan sebagai tempat untuk belajar, meneliti, dan mengamati ekosistem dataran rendah Indonesia. Lama kelamaan karena ternyata panorama dan landscape kawasan ini sangat menarik, semakin banyak pengunjung yang datang.

Untuk kebutuhan penelitian, di taman ini banyak sekali ditanami berbagai macam tumbuhan langka, dengan ditata khusus yang ditengah-tengahnya terdapat danau ditumbuhi rumput segar serta dibuat sebuah jembatan kayu untuk menghubungkan taman yang membuat taman ini menjadi indah untuk dipandang.

Karena keindahan yang menyegarkan mata, gratis dan lokasi yang strategis, selain untuk wisata edukatif, Danau Dora Bogor sering juga digunakan untuk lokasi prewedding. Di Danaunya sendiri banyak terdapat ikan dan juga bunga teratai.

Lebih nikmat dan ada baiknya datang kesini dipagi atau sore hari. Udaranya masih sejuk karena banyak pepohonan disekitarnya. Danau Dora bisa jadi rekomendasi buat Anda dan keluarga untuk menghabiskan liburan di akhir pekan. (Hana Nurul Jannah)

Sudah dimuat di media online http://www.depokpos.com/arsip/2017/08/ecology-park-danau-dora/

Ketekunan Modal Utama Kesuksesan

Google


Ketekunan merupakan syarat mutlak dalam suatu pencapaian. Banyak orang yang memiliki kecerdasan luar biasa dan bakat yang telah banyak namun gagal mencapai hasil yang diinginkan karena kurangnya ketekunan. Sebaliknya, orang biasa namun dengan ketekunan yang luar biasa sehingga ia dapat mencapai hasil yang diinginkan.

Setiap orang pastinya dengan profesi dan keberhasilan yang diraih dimulai dari ketekunan yang dijalaninya. Mustahil baginya untuk menjadi sukses tapi ia tak pernah tekun dalam mengerjakan semua hal. Bisa meraih apa yang diinginkan diperlukan ketekunan, pertahankan apapun yang sedang dikerjakan.

Penting sekali bagi setiap pejuang menyadari bahwa dirinya sedang membangun suatu pondasi yang tidak bisa diwujudkan dalam waktu singkat. Membangun kesuksesan pun memang perlu waktu karena dalam hidup ini tidak ada yang instan.

Dalam melatih ketekunan pun, kita perlu giat dalam melakukan bagian kita, tetapi kebanyakan orang menyepelekan dan memandang sebelah mata kualitas dari sebuah proses, padahal setiap hasil yang baik tentu saja telah melalui proses. Padahal dengan proses yang dijalaninya itu dapat dijadikannya pembelajaran untuk di kehidupannya kelak.

Modal utama dalam mencapai kesuksesan adalan ketekunan karena tanpa ketekunan tidak akan meraih hasil yang gemilang meskipun memiliki sumber daya yang melimpah. Jika  orang meyakini bahwa semakin jauh berjalan maka rintangan dan tantangan akan terus menghadang maka disitulah dibutuhkan ketekunan dalam menghadapinya.

Seperti sabda Allah SWT dalam QS. Al-Mujadilah: 11,

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat . Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Sifat tekun dalam semua pekerjaan akan menguntungkan dan membahagiakan, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat. Segala yang ada di permukaan bumi ini adalah karunia Allah untuk manusia. Hanya manusia yang tekun bekerja saja yang akan memperoleh manfaat dari karunia Allah swt. Begitu pula surga di akhirat nanti, hanya disediakan oleh Allah untuk orang-orang yang tekun atau rajin beramal dan beribadah sewaktu hidupnya di dunia. (Hana Nurul Jannah)

Perlunya Pemahaman Dalam Penerapan Sensor Mandiri

Istimewa

Sensor mandiri adalah sebuah program yang diluncurkan oleh Lembaga Sensor Film (LSF) untuk mengajak para pemilik film dalam memproduksi film-filmnya. Secara garis besar, program Sensor Mandiri ini membuka ruang kepada masyarakat dan keluarga untuk memberikan kontribusi atas kelayakan sebuah film atau acara televisi.

Namun lebih luas lagi, Sensor Mandiri adalah sebuah kampanye untuk mengajak masyarakat agar dapat lebih bijak dan dewasa untuk memilah-milah layak atau tidaknya sebuah tontonan. LSF sudah mengatur pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang perfilman dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film.

LSF, lembaga yang mengontrol peredaran dan penayangan film masyarakat diberikan jaminan atas kelayakan tontonan yang beredar. Meski begitu, ada kalanya sebuah lembaga memiliki keterbatasan apalagi jika mengikuti perkembangan teknologi yang berlari dengan sangat cepat. Ditambah lagi dengan keberagaman budaya masyarakat sehingga terkadang sebuah keputusan terkait sensor melahirkan pro kontra di daerah-daerah tertentu.

Muhammad Ikhsan, salah satu wartawan di Depok yang akrab dipanggil Bang San mengatakan bahwa dalam penerapan itu pun Sensor Mandiri pastinya memiliki dampak positif ataupun negatifnya di lingkungan, begitu pun di lingkungan keluarga.

“Dampak positif dengan penerapan sensor mandiri pada tingkat keluarga, kita dapat mengontrol film atau tayangan televisi yang dapat dinikmati keluarga sehingga bisa terhindar dari konten-konten negatif, hoax dan tendensius. Begitu pun dampak negatifnya, ketika kita melarang anak untuk tidak melihat sesuatu, hal tersebut justru membangkitkan rasa penasaran anak, dan akhirnya mereka mencari tahu sendiri lewat media lain,” ucap Bang San.

Bang San menambahkan, diperlukannya pemahaman layak atau tidaknya sebuah konten bagi setiap orang, lalu dijelaskan dengan sejelas-jelasnya kepada anggota keluarga kenapa tayangan tersebut tidak layak untuk ditonton.

“Yang utama adalah pemahaman akan layak atau tidaknya sebuah tayangan atau film untuk ditonton usia-usia tertentu. Bahkan lebih luas lagi tak sekedar usia, tapi juga tingkat pemahaman anggota keluarga akan sebuah tayangan,” ujar Bang San.

Dalam hal penerapannya pada tingkat keluarga, Bang San mencontohkan bahwa dirinya, menghapus saluran salah satu stasiun TV swasta dari televisi yang ada dirumah karena tak ingin keluarga mendapatkan informasi-informasi hoax dan tendensius dari tayangan berita disaluran tersebut.

Contoh lainnya, pada jam-jam premium (antara jam 19-21) Bang San mematikan TV dirumah karena waktu-waktu tersebut menurutnya adalah waktu berkualitas untuk keluarga.

“Saya atau istri bisa membantu anak mengerjakan pekerjaan rumahnya, atau sekedar bercanda dan berinteraksi. Sementara pada jam lain, saya atau istri selalu melihat atau mengontrol tayangan yang ditonton anak,” jelasnya.

Secara umum Sensor Mandiri merupakan salah satu kampanye masyarakat yang sangat efektif untuk memilih dan memilah tayangan yang ditonton. Namun yang lebih penting dalam penerapannya, setiap individu harus memahami konten-konten apa saja yang sesuai untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya sesuai dengan tingkat umur dan pemahamannya.

Ditulis oleh Hana Nurul Jannah

Kenangan Yang Sesungguhnya

Google


                   
Aku berpikir semua sudah berlalu
Hanya kenangan yang berbekas di hatiku
Entah kenangan menyenangkan ataupun menyedihkan
Semua itu hanya dahulu

Tetapi sejenak ku termenung
Apakah bisa terulang kembali?
Semua itu hanya mustahil
Karena kenangan hanya terjadi pada masa lalu dan mungkin tak akan terulang kembali

Kenangan sesungguhnya adalah
Apabila kita mendapatkan pelajaran dari kenangan tersebut
Menjadikan kenangan itu sebagai penyejuk hati
Serta menjadikan kenangan sebagai motivasi diri










Indahnya Bersyukur




llustrasi. (Istimewa)


Dalam kehidupan sehari-hari, ada dua hal berbeda yang harus dirasakan silih berganti yaitu kesenangan dan kesusahan. Menurut beberapa orang, hidup itu indah karena adanya perbedaan tersebut. Ketika kita merasakan kesenangan, maka kita diharapkan untuk selalu ingat dimana kita dulu pernah merasakan kesusahan. Sebaliknya, ketika kita merasakan kesusahan maka ingatlah bahwa suatu saat akan ada kesenangan.
Terkadang seseorang mendapatkan sesuatau yang ia senangi namun orang tersebut merasa puas dan tidak mau bersyukur. Dalam bersyukur ada sesuatu yang penting yaitu mengenali nikmat yang telah diberikan diantara rukun terbesar dalam bersyukur.
Karena tidak mungkin seseorang dapat bersyukur, jika dia merasa tidak mendapatkan nikmat. Maka mengenal nikmat merupakan jalan untuk mengenal Sang Pemberi Nikmat, dan seseorang tahu siapa yang memberikan nikmat, maka dia akan mencintainya, sehingga cinta itu akan melahirkan kesyukuran dan terima kasih.
Bersyukur tidak mudah untuk dilakukan, karena penilaian yang bisa diberikan bukan dari perbuatan dan perkataan saja, tapi dapat bisa dilihat dalam hati kita yang sesungguhnya. Segala cobaan hidup yang terus mengguncang keadaan kita, membuat kita tidak bisa memberikan rasa syukur yang sepenuhnya.
Namun dengan bersyukur Allah akan senantiasa menambahkan nikmat yang diberikan, namun bila kita mengingkari nikmat yang Allah berikan maka sesungguhnya azab Allah sangat pedih.
“Sesungguhnya barang siapa yang bersyukur, maka akan kutambah nikmatmu, dan barang siapa yang mengingkarinya, maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih.”(Q.S. Ibrahim : 7).
Salah satu cara untuk bersyukur adalah dengan sedekah atau berbagi apa yang sudah kita miliki dengan orang lain yang membutuhkan, seperti bersedekah harta maupun ilmu. Karena sesungguhnya, berbagi tidak akan membuat seseorang kekurangan. Sebaliknya, dengan berbagi, segala nikmat justru akan ditambahkan Allah.
Rasa syukur akan menjadikan hati merasa tenang, damai dan merasa sangat bergembira atas kesempatan hidup yang Allah berikan pada kita. Allah yang Maha Segalanya pun sangat menganjurkan kita agar bersyukur.

Mengenal Angin Duduk dan Gejalanya


(Istimewa)

Dunia kedokteran mengenal angin duduk dengan istilah penyakit jantung yang disebut Sindroma Koroner Akut atau SKA yang merupakan bentuk lain dari Penyakit Jantung Koroner . Penyakit Jantung Koroner (PJK ) adalah salah satu jenis penyakit yang paling mematikan di seluruh dunia .

Angin duduk atau angina adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada akibat otot-otot jantung kurang mendapat pasokan darah. Terganggunya pasokan darah ini terjadi karena adanya penyempitan atau pengerasan pada pembuluh darah. Serangan angin duduk bisa terjadi secara tiba-tiba. Nyeri dada yang dialami oleh penderita angin duduk kemungkinan bisa menjalar sampai ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
1. Dada terasa tidak nyaman
Gejala pertama yang muncul biasanya area dada terasa sesak dan seperti ada sensasi terbakar. Dada terasa diremas atau merasa seperti ada beban berat yang telah ditempatkan pada dada mereka serta biasanya akan diikuti dengan kesulitan untuk bernapas.
2. Mual
Perut juga ikut terasa tidak enak. Rasa mual yang tidak tertahankan juga bisa membuat orang dengan angina atau angin duduk mengalami muntah secara terus menerus.
3. Kelelahan
Ketika tubuh terserang angin duduk, badan akan terus dilanda letih yang tidak kunjung usai. Tubuh pun terus mengeluarkan keringat meskipun cuaca sebenarnya tidak sedang panas.
4. Sakit menjalar
Bila rasa sakit menjalar dari dada menuju leher, tenggorokan hingga ke bagian lengan dan punggung, ini menjadi tanda yang bisa diartikan sebagai sinyal bahaya. Kemungkinan terkena angina menjadi lebih besar.
5. Pusing
Kepala terasa pusing juga merupakan gejala angin duduk yang harus diwaspadai. Jika menemui beberapa gejala yang telah disebutkan, sebaiknya segera cari pertolongan medis untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Dari sekian banyak gejala angina, biasanya hal itu terjadi secara bersamaan kalau pun tidak yang paling utama adalah nyeri dada yang menjalar, sesak nafas, dan keringat dingin.
Tingkat keparahan, durasi dan jenis angina dapat bervariasi. Sangat penting untuk Anda mengenali gelaja tersebut.

Sudah dimuat di media online http://www.depokpos.com/arsip/2017/08/mengenal-angin-duduk-dan-gejalanya/amp/