Kisah Wanita Rohingya yang Berjalan Kaki ke Bangladesh dalam Kondisi Hamil Tua
![]() |
| Ilustrasi salah seorang wanita pengungsi Rohingya yang pingsan akibat berjalan terlalu jauh. (Foto: Facebook Rohingya Community) |
Tidak hanya itu saja seperti yang dialami oleh seorang wanita bernama Shanu. Ia bersama suami dan dua anaknya harus terusir dari kampung mereka di Desa Sadulasoor, Maungdaw, karena adanya penindasan tentara Myanmar. Bersama dengan 40 warga desa lainnya, Shanu dan keluarga mengungsi menuju Teknaf, Bangladesh.
Untuk sampai di Teknaf, Shanu harus menempuh perjalanan sekitar 34 hari dengan menyusuri hutan. Perjalanan menjadi sangat berat bagi Shanu, karena saat itu dia tengah mengandung anak ketiga dimana usia kehamilannya telah mencapai 36 pekan.
Namun, kesulitan dan kesedihannya Shanu tidak sampai di sana, sebab tidak lama dari itu, dua anaknya pun meninggal akibat kelaparan. Mereka memang mengungsi tanpa perbekalan makanan yang cukup, sehingga mereka harus menahan lapar berhari-hari.
Meski dengan susah payah, Shanu berhasil tiba di Teknaf, dan empat hari kemudian, Shanu pun melahirkan anak ketiganya di pengungsian. Ada rasa bahagia dan kepedihan mendalam yang dia rasakan dalam satu waktu sekaligus, bahagia karena anak ketiganya lahir dengan selamat, tapi juga sedih karena kehilangan suami dan dua anaknya.
Shanu bukanlah satu-satunya, ia hanya salah satu dari 600.000 pengungsi Rohingya di Bangladesh. Selain Shanu, masih ratusan ribu orang dengan cerita duka yang sama atau bahkan lebih menyedihkan.
Muhammad Iksan, wartawan salah satu media yang mengikuti perkembangan tragedi Rohingya mengatakan bahwa sedang terjadi pembersihan etnis di Myanmar terhadap etnis Rohingya.
“Walaupun pemerintahan Aung San Suu Kyi membantah secara lisan atas tuduhan PBB bahwa pemerintah Myanmar telah melakukan ethnic cleansing, namun data dan fakta yang tak terbantahkan ialah, 8 pekan usai 25 Agustus 2017, mengalir ratusan ribu pengungsi dari Rakhine ke Bangladesh. Padahal sebelum mereka tiba, sudah ada 400.000 pengungsi Rohingya lainnya menempati kampung-kampung di Bangladesh. Mereka datang akibat kekerasan serupa pada 1970-an, 1990-an dan Oktober 2016 lalu,” jelas Iksan.
“Bahkan di halaman resminya, UNHCR menyebutkan bahwa mayoritas dari pengungsi itu ialah perempuan, anak-anak, bayi dan banyak lainnya orang-orang tua. Mereka tak punya apa-apa dan butuh semua jenis bantuan," tambahnya.
Iksan juga mengatakan bahwa pada citra satelit terbaru dari negara bagian Rakhine, Myanmar yang dirilis lembaga HAM internasional Human Rights Watch (HRW) mengkonfirmasikan penghancuran massal desa-desa etnis Rohingya.
![]() |
| Gambar satelit yang memperlihatkan ratusan desa di Rohingya hancur terbakar. (Foto: HRW) |
"Analisis citra satelit menunjukkan bahwa pembakaran tersebut terfokus pada desa Rohingya dan terjadi setelah pejabat Myanmar mengklaim bahwa operasi pembersihan pasukan keamanan telah dihentikan," kata Iksan mengutip pertanyaan HRW di situs resminya.
Begitu sangat memilukan keadaan pengungsi Rohingya. Baik balita,anak-anak, orang tua sangat menderita dan membutuhkan pertolongan. Sebagai sesama makhluk yang diciptakan haruslah saling tolong-menolong. Dengan uang, makanan ataupun dengan tenaga pastinya sangat dibutuhkan oleh pengungsi Rohingya.


Bantu yuk
YaAllah sedih bacanya
Sedih deh, tp cuma bisa doa aja, semoga yg lain bisa bantu
Terima kasih buat authornya yang sudah membuka mata saya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Yuk teman-teman kita bantu kirim doa buat saudara kita ðŸ˜
"Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat" mari kita bantu mendonasikan beberapa rezeki kita untuk sodara kita dirohingya
Ya allah
Berilah mereka ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan mereka
Thanks buat author audah mengangkat berita ini sehingga kita tahu bagaimana kedaan suadara2 seiman kita ðŸ˜
miris banget ya Allah :( semoga siapapun korban jiwa di sana meninggal dengan khusnul khotimah. aamiin
Sudah sepatutnya kita bersyukur sebagai muslim di Indonesia, banyak saudara-saudara muslim kita diluar sana yg bahkan belum merdeka. Semoga Allah melindungi dan menolong mereka, aaminn
kita hanya bisa bantu materi dan doa, semoga Allah selalu melindungi muslim rohingya...
sedih bacanya:(
Ya ampun sedih banget:(
Kalau sudah bicara Rohingya terlebih wanita sungguh mengiris hati. Semoga pemerintah Myanmar cepat memberi kebijakan pasti tentang pemulangan warga Rohingya ke tempat asalnya. Aamiin
Super sekali...
Terimakasih, lagi lagi tulisan ini mengingatkan kami kembali atas perjuangan dan pengorbanan harta, jiwa dan darah saudara kami di Rohingya, Berilah kemenangan ya allah
Posting Komentar