![]() |
| Ilustrasi. (Istimewa) |
Beramal, bermafaat bagi orang lain, memberi sesuatu untuk membantu orang yang hidup dalam kekurangan dan kesusahan merupakan perbuatan mulia yang dianjurkan oleh semua ajaran agama.
Cara memberi bantuan, dapat mencerminkan karakter dan kepribadian seseorang apakah merupakan sebuah ketulusan atau keterpaksaan, keikhlasan atau ada maksud tersembunyi. Semua itu pun tak ada yang tahu karena hati semua orang berbeda, tak ada yang sama. Kita bisa saja tulus karena hati kita yang merasakan, namun ketika kita mau mengetahui perasaan seseorang kita takkan pernah tahu apakah ketulusan yang dia lakukan ataukah hanya kebohongan.
Semua yang dilakukan seharusnya harus dilandaskan dengan rasa tulus dan ikhlas. Dengan adanya rasa tulus dan ikhlas disetiap apa yang kita lakukan pasti akan terasa ringan dan nyaman di diri kita yang mengerjakan. Sebaliknya apabila mengerjakan dengan adanya tujuan atau maksud tertentu pasti akan terasa gundah atau tidak tenang di diri kita.
Orang yang tulus dan ikhlas dalam tiap perbuatan dan tindakannya tidak akan pernah berpikir untuk memperoleh keuntungan pribadi dari perbuatan yang dilakukannya. Baginya, alasan utama suatu perbuatan dilakukan adalah untuk memberi bermanfaat bagi orang lain.
Dalam setiap melakukan perbuatan maka harus melakukannya dengan sepenuh hati, segenap jiwa. Apabila ketika seseorang melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, maka tentu akan melakukannya dengan segenap kemampuan terbaik yang ia miliki serta akan mencurahkan segala yang dimilikinya agar apa yang ia lakukan benar-benar menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat.
Selain itu, ketika suatu perbuatan dilakukan dengan sepenuh hati, orang lain yang menerima efek dari perbuatan itu juga akan merasakan kesungguhan dalam tindakan tersebut. Ia pun akan merasakan kehangatan yang mengalir dari perbuatan tersebut. Sesuatu yang berasal dari hati akan sampai ke hati.
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]
Perbuatan tulus akan menghasilkan rasa syukur dan terima kasih yang tulus dari orang yang mendapat manfaat darinya. Setiap orang yang mendapat manfaat dari orang lain tentu akan berterima kasih, namun terima kasih dan rasa syukur yang diucapkan bukan hanya semata untuk menyenagkan hati saja namun terima kasih yang benar-benar keluar dari ketulusan hati. ( Hana Nurul Jannah)

Ini yang acara masjid dirumah Han?
Yang mana Bob? Bukan ini.
Terima kasih mba hana, tulisan yg bermanfaat!
menarik juga yaa
Sama-sama yaa:)
Pastinya dong
Posting Komentar