Buah Keikhlasan

Posted by Beranda Hana





Ikhlas merupakan sifat terpuji dalam hati yang akan menghiasi perilaku seseorang. Selain itu, ikhlas adalah perhiasan hati yang akan menyelamatkan seseorang dari kerugian akhirat, tanpa ikhlas amal perbuatan akan sia-sia tiada guna.

Salah satu sifat yang paling sulit dimiliki manusia adalah sifat ikhlas. Sifat ini sangat diperuntukan oleh banyak orang, namun tidak semua mampu mempunyai sifat tersebut karena tidak nampak. Walau mulutnya berkata ikhlas namun tidak ada yang tahu apakah hatinya juga berkata ikhlas. Memang benar, ikhlas adalah rahasia, rahasia dalam hati masing-masing insan. Dan ikhlas adalah rahasia dari rahasia yang teramat lembut, sehingga samar dari dugaan semua yang hidup.

Keikhlasan yakni ketika manusia menjadikan niatnya dalam melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, bukan karena riya (ingin dilihat manusia) ataupun sum’ah (ingin didengar manusia), bukan pula karena ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi diantara manusia, dan juga bukan karena tidak ingin dicela oleh manusia. Apabila manusia melakukan sesuatu hanya karena Allah semata bukan karena kesemua hal tersebut, maka yang demikianlah disebut ikhlas.

Keikhlasan tidak hanya ada dalam perkara-perkara ibadah semata seperti sholat, puasa, zakat, membaca al qur’an , haji dan amal-amal ibadah lainnya. Namun, keikhlasan harus ada pula dalam amalan-amalan yang berhubungan dengan muamalah. Ketika tersenyum, mengunjungi saudara, meminjamkan barang dan lain sebagainya  lakukanlah semata-mata karena Allah SWT.

Amalan yang sedikit bila didasari keikhlasan, maka pahalanya akan berlipat ganda.

Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa bersedekah meski sebiji kurma dari hasil jerih payahnya yang halal dan Allah tidak sudi menerima yang tidak halal, niscaya Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya, kemudian Ia memperbesar (pahala) sedekah tersebut bagi pelakunya, seperti seseorang di antara kalian membesarkan anak kudanya, hingga sedekah tersebut menjadi seperti sebuah gunung yang besar!” (Muttafaq ‘alaih).

Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala:

وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

beliau mengatakan, ”Maksudnya sesuai dengan kadar kelikhlasan orang tersebut dalam beramal”.

Keikhlasan menginginkan bagaimana seseorang mampu memberikan porsi keseimbangan dalam dalam apapun itu. Seseorang yang telah berbuat ikhlas karena Allah maka keikhlasannya tersebut akan mampu mencegah setan untuk menguasai dan menyesatkannya. Orang yang ikhlas akan Allah jaga dari perbuatan maksiat dan kejelekan.

Related Post



Posting Komentar