Ikhlas merupakan sifat terpuji dalam hati yang akan menghiasi
perilaku seseorang. Selain itu, ikhlas adalah perhiasan hati yang akan
menyelamatkan seseorang dari kerugian akhirat, tanpa ikhlas amal perbuatan akan
sia-sia tiada guna.
Keikhlasan yakni ketika manusia menjadikan niatnya dalam
melakukan suatu amalan hanyalah karena Allah semata, bukan karena riya (ingin
dilihat manusia) ataupun sum’ah (ingin didengar manusia), bukan pula karena
ingin mendapatkan pujian serta kedudukan yang tinggi diantara manusia, dan juga
bukan karena tidak ingin dicela oleh manusia. Apabila manusia melakukan sesuatu
hanya karena Allah semata bukan karena kesemua hal tersebut, maka yang
demikianlah disebut ikhlas.
Keikhlasan tidak hanya ada dalam perkara-perkara ibadah
semata seperti sholat, puasa, zakat, membaca al qur’an , haji dan amal-amal
ibadah lainnya. Namun, keikhlasan harus ada pula dalam amalan-amalan yang
berhubungan dengan muamalah. Ketika tersenyum, mengunjungi saudara, meminjamkan
barang dan lain sebagainya lakukanlah
semata-mata karena Allah SWT.
Amalan yang sedikit bila didasari keikhlasan, maka pahalanya
akan berlipat ganda.
Rasulullah shallalalhu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Barangsiapa bersedekah meski sebiji kurma dari hasil jerih
payahnya yang halal dan Allah tidak sudi menerima yang tidak halal, niscaya
Allah akan menerima dengan tangan kanan-Nya, kemudian Ia memperbesar (pahala)
sedekah tersebut bagi pelakunya, seperti seseorang di antara kalian membesarkan
anak kudanya, hingga sedekah tersebut menjadi seperti sebuah gunung yang
besar!” (Muttafaq ‘alaih).
Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan firman Allah
Ta’ala:
وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ
وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS.
Al-Baqarah: 261)
beliau mengatakan, ”Maksudnya sesuai dengan kadar
kelikhlasan orang tersebut dalam beramal”.
Keikhlasan menginginkan bagaimana seseorang mampu memberikan
porsi keseimbangan dalam dalam apapun itu. Seseorang yang telah berbuat ikhlas
karena Allah maka keikhlasannya tersebut akan mampu mencegah setan untuk
menguasai dan menyesatkannya. Orang yang ikhlas akan Allah jaga dari perbuatan
maksiat dan kejelekan.

Posting Komentar